{"id":188,"date":"2018-06-07T17:16:54","date_gmt":"2018-06-07T17:16:54","guid":{"rendered":"http:\/\/lsi.unja.ac.id\/?p=188"},"modified":"2018-06-07T17:16:54","modified_gmt":"2018-06-07T17:16:54","slug":"ibu-non-islam-mengantar-anaknya-masuk-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lsi.unja.ac.id\/index.php\/2018\/06\/07\/ibu-non-islam-mengantar-anaknya-masuk-islam\/","title":{"rendered":"Ibu non Islam mengantar anaknya masuk islam"},"content":{"rendered":"<p>Namanya Yogi Setiady. Bocah laki-laki berusia 8 tahun itu terlahir dari pasangan orang tua nonmuslim di Kabupaten Ketapang.<\/p>\n<p>Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Minggu (8\/10) melaporkan, bocah yang duduk di kelas 2 SDN 18 Sukabangun, Ketapang itu diantar oleh ibu kandungnya yang masih nonmuslim ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Delta Pawan, Ketapang pada Kamis (5\/10) lalu. Tujuannya, sang ibu ingin menuruti kemauan Yogi untuk memeluk Islam.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-189 aligncenter\" src=\"http:\/\/lsi.unja.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/670_410_kisah-ibu-nonmuslim-yang-mengantar-anaknya-masuk-islam_m_161494-300x184.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"184\" srcset=\"https:\/\/lsi.unja.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/670_410_kisah-ibu-nonmuslim-yang-mengantar-anaknya-masuk-islam_m_161494-300x184.jpeg 300w, https:\/\/lsi.unja.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/670_410_kisah-ibu-nonmuslim-yang-mengantar-anaknya-masuk-islam_m_161494.jpeg 670w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>\u201cAyah dan mama kandungnya telah mengikhlaskan anak ini masuk Islam. Karena setiap saat terus &#8216;memaksa&#8217; ayah dan mamanya agar dia bisa masuk Islam,\u201d tulis Uti Suhendra Dwipayana di laman facebook-nya.<\/p>\n<p>Dalam postingan yang diunggah warga Ketapang, Kamis (5\/10) petang itu menyebutkan, Yogi memang rajin ke surau untuk menunaikan salat lima waktu. Dia juga belajar mengaji dan salat.<\/p>\n<p>\u201cKetika saya tes mengajinya, dia sudah hafal surah Al Fatihah, Al Ikhlas, doa ibu bapak, doa makan dan lain-lain,\u201d tulis Uti.<\/p>\n<p>Uti pun menyempatkan untuk bertanya mengenai cita-cita Yogi. Dengan tegas dia jawab ingin menjadi seorang ustaz. \u201cSemoga Allah SWT meridhoi dan terus memberikan hidayah kepada anak ini,\u201d doa Uti.<\/p>\n<p>Kisah nyata yang ditulis oleh Uti Suhendra Dwipayana ini ramai dibahas dan diviralkan warganet. Hingga Jumat (6\/10) pukul 20.39, postingan itu dibagikan oleh 768 warganet dan dikomentari sebanyak 1.215 komentar.<\/p>\n<p>Terpisah, kepada sejumlah wartawan Kepala KUA Delta Pawan, M. Syafi&#8217;ie membenarkan bahwa Yogi Setiady telah memeluk Islam. Bahkan orang tua kandung dan guru sekolahnya telah menjadi saksi.<\/p>\n<p>\u201cIya betul, sore tadi di KUA Delta Pawan. Saya sendiri pembimbing pembacaan dua kalimah syahadat di hadapan dua orang saksi, yakni ibu kandungnya dan guru sekolahnya,\u201d ujar Syafi&#8217;ie.<\/p>\n<p>Saat pembacaan dua kalimah syahadat, kata Syafi&#8217;ie, Yogi begitu lancar mengucapkanya. \u201cBahkan dia hafal artinya,\u201d terang Syafi&#8217;ie.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dikutp dari : Jawapos.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Namanya Yogi Setiady. Bocah laki-laki berusia 8 tahun itu terlahir dari pasangan orang tua nonmuslim di Kabupaten Ketapang. Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Minggu (8\/10) melaporkan, bocah yang duduk di kelas 2 SDN 18&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":190,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"image","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[24,25],"class_list":["post-188","post","type-post","status-publish","format-image","has-post-thumbnail","hentry","category-inspiration-story","tag-hidayah","tag-mualaf","post_format-post-format-image"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lsi.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/188","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lsi.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lsi.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lsi.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lsi.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=188"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lsi.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/188\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":191,"href":"https:\/\/lsi.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/188\/revisions\/191"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lsi.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/190"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lsi.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=188"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lsi.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=188"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lsi.unja.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=188"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}